Batik Bekasi: Sejarah, 12 Motif Pakem, dan Maknanya
Setiap Kamis atau Jumat, ribuan pegawai kantor pemerintahan dan anak sekolah di Bekasi memakai batik bermotif ikan gabus, ikan lele, buah kecapi, dan Gedung Juang Tambun. Tapi coba tanya: sejak kapan Bekasi punya batik sendiri? Banyak yang mengira batik ini warisan turun-temurun seperti batik Pekalongan atau Solo. Kenyataannya, umurnya baru belasan tahun.
Jawaban singkatnya: Batik Bekasi lahir dari gerakan anak muda, digagas dalam seminar mahasiswa di Universitas Gunadarma pada 2011, dikembangkan oleh Komunitas Batik Bekasi (Kombas), lalu diresmikan Pemerintah Kota Bekasi pada 10 Maret 2014 bertepatan dengan HUT ke-17 Kota Bekasi, lengkap dengan 12 motif pakem dan tiga warna resmi. Di Kabupaten Bekasi, jalurnya beda lagi: sanggar Seraci Batik Betawi di Tarumajaya sudah membatik sejak Desember 2010 dengan gaya Betawi pesisir.
Artikel ini menelusuri bagaimana batik itu lahir, apa makna motif-motifnya, siapa perajinnya, aturan seragam yang membuatnya laris, apa bedanya dengan batik Betawi Jakarta, dan di mana kamu bisa membelinya.

Apakah Bekasi Punya Tradisi Batik Lama?
Jujur saja: tidak ada bukti kuat bahwa Bekasi punya tradisi membatik sendiri yang bersambung dari zaman kolonial. Batik di kawasan Batavia dan sekitarnya memang sudah ada sejak abad ke-19 (lihat foto di atas), tapi pusatnya di kampung-kampung Jakarta seperti Karet, Tanah Abang, Palmerah, dan Terogong, bukan di Bekasi. Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, batik Betawi awalnya mengikuti corak batik pesisir utara Jawa dengan pengaruh Tionghoa dan Islam, lalu meredup pada akhir 1980-an, antara lain karena masalah limbah industri.
Beberapa situs populer menyebut Batik Bekasi dulu bernama "Batik Tarawang" dan pernah ikut pameran batik di Amsterdam pada 1892. Kami belum menemukan sumber arsip yang mendukung klaim ini, jadi anggap saja itu cerita yang masih perlu dibuktikan. Yang pasti terdokumentasi adalah gelombang baru pada 2010-an, dan di situlah cerita Batik Bekasi sebenarnya dimulai.
Bagaimana Batik Bekasi Lahir: Dari Seminar Kampus ke Lapangan Pemkot (2011–2014)
Penelitian Jihan Fairuz Zahira di UIN Sunan Gunung Djati Bandung (2021), yang khusus meneliti sejarah Batik Bekasi periode 2011–2019, mencatat urutan kejadiannya begini: ide batik khas Bekasi dicetuskan oleh mahasiswa dalam sebuah seminar di Universitas Gunadarma pada 2011. Dari situ terbentuk Komunitas Batik Bekasi (Kombas), yang mulai merancang motif dan membatik. Peluncuran perdana dilakukan pada 2013, dan puncaknya Pemerintah Kota Bekasi meresmikannya pada 10 Maret 2014, tepat di HUT ke-17 Kota Bekasi.
Liputan6 (Juni 2014) menggambarkan peresmiannya: Wali Kota Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Ahmad Syaikhu memperkenalkan 12 motif batik di Lapangan Pemerintah Kota Bekasi. Ketua Kombas saat itu, Rio Damaris, berharap batik ini bukan cuma jadi simbol, tapi jadi komoditas ekonomi yang memberdayakan warga. Bersamaan dengan itu digelar "gerakan mencanting" yang mengenalkan batik kepada sekitar 650 siswa SD.
Poin pentingnya: Batik Bekasi adalah batik yang sengaja diciptakan sebagai identitas kota, bukan tradisi yang "ditemukan kembali". Motif-motifnya dipilih lewat diskusi tentang apa yang paling mewakili Bekasi: alamnya yang dulu penuh rawa dan sungai, sejarah perjuangannya, dan budayanya yang campuran Betawi-Sunda.
12 Motif Pakem Batik Bekasi dan Maknanya
Dua belas motif yang diresmikan 2014 dibagi ke dalam empat kelompok. Daftar ini dirangkum dari Wikipedia, Liputan6, dan Bekasi Urban City:
Flora (tumbuhan khas rawa dan pekarangan Bekasi)
- Bambu: tanaman yang dulu memagari kampung-kampung Bekasi dan jadi bahan bambu runcing.
- Buah kecapi: buah asam-manis yang dulu tumbuh di mana-mana di Bekasi, dan bersama ikan lele pernah jadi maskot kota. Cerita lengkapnya ada di artikel Riwayat Patung Lele dan Buah Kecapi yang Pernah Jadi Maskot Kota Bekasi.
- Bunga melati: lambang kesucian dan penghormatan pada pahlawan.
- Teratai: bunga rawa, mengingatkan bahwa Bekasi dulu wilayah berawa.
Fauna (ikan-ikan rawa dan sungai)
- Ikan gabus: bahan utama gabus pucung, kuliner khas Bekasi.
- Ikan lele: maskot lama Kota Bekasi.
- Ikan sepat dan ikan betik: ikan rawa yang dulu gampang ditemukan di sawah dan kali Bekasi.
Sejarah (Bekasi sebagai Kota Patriot)
- Gedung Juang Tambun: bekas rumah tuan tanah yang jadi markas pejuang 1945–1947 (baca Sejarah Gedung Juang Tambun).
- Kali Bekasi: sungai yang jadi asal nama kota.
- Monumen Perjuangan dan Bambu Runcing: simbol pertempuran Bekasi melawan Sekutu dan Belanda.
Budaya
- Tari Topeng Bekasi, Legenda Rawa Tembaga, permainan tradisional benteng, dan musik tanjidor.
Warna resminya juga ditetapkan: hijau lumut, hijau daun, dan merah tanah. Tiga warna ini merujuk pada rawa, dedaunan, dan tanah Bekasi, sekaligus membedakannya dari batik Betawi Jakarta yang cenderung cerah menyala.
Motif induk baru 2023
Sembilan tahun kemudian, motifnya diperbarui. Pada 9 Juni 2023, Forum Seniman Bekasi bersama Pemkot dan Dekranasda Kota Bekasi meluncurkan "corak dan motif induk baru" di Lagoon Avenue Mall, hasil lomba desain batik. Motifnya: ikan gabus, ikan lele, ikan bandeng, buah kecapi, gigi balang Kota Bekasi, bunga teleng, burung sriti, sambar geledek, dan motif rawa. Perhatikan masuknya "gigi balang" (ornamen rumah Betawi) dan "sambar geledek" (jurus silat Betawi), tanda bahwa identitas Betawi Bekasi makin ditonjolkan. Menurut perajin Sri Sunarni (Otonominews, 2023), 12 motif awal sudah dipatenkan dan terus dikembangkan, dengan warna yang kini lebih "ngejreng" mengikuti selera fesyen anak muda.
Siapa Perajinnya dan Di Mana Sentranya?
Kota Bekasi: Kombas dan koperasinya
Motor utama Batik Bekasi di Kota Bekasi adalah Kombas, yang belakangan membentuk Koperasi Kombas. Pada 2016, Bekasi Urban City mencatat nama-nama penggeraknya: Muhammad Furqon (ketua koperasi), Barito Putra Pratama (ketua Kombas), dan perajin Sri Winarni. Galeri Batik Bekasi saat itu dibuka di Hotel Horison Bekasi, dan peragaan busana digelar di Grand Metropolitan Mall. Untuk pesanan besar seperti seragam sekolah, Kombas menggandeng pabrik batik cap dan printing, sementara batik tulisnya dikerjakan perajin komunitas.
Kabupaten Bekasi: Seraci Batik Betawi di Tarumajaya
Di Kabupaten Bekasi, ceritanya lain dan lebih tua sedikit. Di Kampung Kebon Kelapa, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya (berbatasan dengan Marunda, Jakarta Utara), berdiri sanggar Seraci Batik Betawi pada 8 Desember 2010. Sanggar ini lahir dari upaya Hj. Umi S. Adi Susilo, pendiri Keluarga Batik Betawi (KBB) di Setu Babakan, yang melatih keponakannya, Ernawati, agar Betawi pesisir punya batik sendiri. Nama "Seraci" diambil dari nama seorang anggota keluarga pendirinya.
Kajian Muhammad Rizky Srihardi dkk. di Jurnal Desain Universitas Indraprasta (2021) mencatat Seraci sebagai batik yang masih bertahan di tengah menurunnya minat membatik, meski belum banyak dikenal warga Bekasi sendiri. Motifnya campuran Betawi dan lingkungan pesisir: ondel-ondel, si Pitung, penari blantek, kembang kelapa, roti buaya, kecapi, mangrove, bajak sawah, ikan gabus, sampai golok. Sampai 2021 sanggar ini sudah menghasilkan lebih dari 170 motif, dalam bentuk batik cap maupun tulis, dengan warna-warna cerah (jingga, merah, kuning, hijau, biru).
Pada 2026, Dekranasda Kabupaten Bekasi bahkan membawa batik ecoprint bermotif daun mangrove dari Muaragembong ke Pekan Kerajinan Jawa Barat di Bandung, tanda bahwa kreativitas batik di kabupaten mulai merambah teknik ramah lingkungan.
Aturan Seragam: Kenapa Batik Bekasi Ada di Mana-Mana
Batik daerah biasanya hidup atau mati tergantung satu hal: apakah ada yang wajib memakainya. Di Bekasi, jawabannya ya.
- Seragam sekolah Kota Bekasi (2014/2015). Republika (12 Maret 2014) melaporkan Dinas Pendidikan Kota Bekasi menyiapkan Peraturan Wali Kota agar batik Bekasi jadi seragam wajib di semua sekolah negeri dan swasta mulai tahun ajaran 2014/2015. Kepala Dinas Encu Hermana bahkan sempat meminta desain untuk SD dan SMP diperbaiki karena warnanya terlalu kontras dengan celana/rok seragam. Sampai kini batik Bekasi masih menjadi salah satu item dalam paket seragam sekolah, meski Disdik menegaskan orang tua tidak wajib membeli semuanya dari sekolah (surat edaran 5 Juli 2023).
- ASN Kota Bekasi. Wali Kota Rahmat Effendi menginstruksikan pegawai memakai batik Bekasi, dan tradisi itu berlanjut: pada Hari Batik Nasional 2 Oktober 2023, Pj. Wali Kota R. Gani Muhamad memimpin apel dengan batik motif khas Kota Bekasi dan berharap motif ini dikenal sampai ke luar daerah.
- ASN Kabupaten Bekasi (2020). Lewat Surat Edaran Bupati Nomor 800/3283-BKPPD, Bupati Eka Supria Atmaja mewajibkan ASN memakai pakaian adat khas Bekasi setiap Jumat: pria bersadariah atau koko putih dengan celana batik Bekasi, wanita berkebaya encim dengan kain batik Bekasi. Pada tahap awal masih ada toleransi, tapi ke depannya batik khas Bekasi jadi keharusan.
Kebijakan-kebijakan inilah yang membuat batik Bekasi ada di mana-mana. Sisi lainnya: pesanan seragam sebesar itu tidak mungkin dipenuhi perajin tulis, sehingga Kombas sendiri mengaku menggandeng pabrik batik cap dan printing, dan perajin tulis lokal tetap jadi minoritas kecil.

Apa Bedanya Batik Bekasi dengan Batik Betawi Jakarta?
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, karena Bekasi secara budaya memang serumpun dengan Betawi. Bedanya bisa dilihat dari tiga hal:
- Motif. Batik Betawi Jakarta mengangkat ikon ibu kota: ondel-ondel (penolak bala), penari cokek dengan latar Monas, kembang kelapa, roti buaya, sampai motif klasik seperti tumpal/pucuk rebung dan parang gigi buaya. Batik Bekasi versi Kombas mengangkat ikon yang tidak ada di Jakarta: ikan gabus, lele, buah kecapi, Gedung Juang Tambun, Kali Bekasi, dan bambu runcing. Seraci di Tarumajaya berada di tengah-tengah: pakai ondel-ondel dan si Pitung, tapi juga mangrove dan bajak sawah.
- Warna. Batik Betawi Jakarta terkenal cerah: merah, hijau, kuning, biru, warisan pengaruh Tionghoa pesisir. Batik Bekasi 2014 memilih hijau lumut, hijau daun, dan merah tanah yang lebih kalem, meski belakangan perajin mulai berani memakai warna terang.
- Sejarah. Batik Betawi punya akar abad ke-19, sempat mati suri, lalu dihidupkan lagi pada 2010-an. Batik Bekasi (Kota) lahir langsung sebagai batik identitas daerah pada 2011–2014, tanpa fase "lama" itu.
Di Mana Beli Batik Bekasi?
- Galeri/koperasi Kombas: pusat batik Bekasi versi 12 motif pakem, termasuk batik tulis. Lokasi galerinya berpindah-pindah (pernah di Hotel Horison Bekasi), jadi cek dulu akun media sosial @koperasikombas atau situs komunitasbatikbekasi.com.
- Seraci Batik Betawi, Kampung Kebon Kelapa, Desa Segarajaya, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi: batik cap dan tulis gaya Betawi pesisir, bisa pesan motif khusus.
- Pameran Dekranasda Kota dan Kabupaten Bekasi, biasanya saat HUT Bekasi (Maret dan Agustus) dan Hari Batik Nasional (2 Oktober).
- Toko seragam dan marketplace: batik printing motif Bekasi untuk seragam sekolah dan kantor banyak dijual di toko seragam sekolah dan toko daring. Kalau mau yang benar-benar hasil tangan perajin lokal, tanyakan apakah itu batik tulis, cap, atau printing.
Fakta Singkat
- Ide Batik Bekasi: seminar mahasiswa di Universitas Gunadarma, 2011; pengembang: Komunitas Batik Bekasi (Kombas).
- Diresmikan Pemkot Bekasi 10 Maret 2014 (HUT ke-17 Kota Bekasi) oleh Wali Kota Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Ahmad Syaikhu.
- 12 motif pakem: bambu, kecapi, melati, teratai, gabus, lele, sepat, betik, Gedung Juang Tambun, Kali Bekasi, monumen perjuangan/bambu runcing, tari topeng/Rawa Tembaga/permainan tradisional.
- Warna resmi: hijau lumut, hijau daun, merah tanah.
- Motif induk baru (9 Juni 2023): gabus, lele, bandeng, kecapi, gigi balang, bunga teleng, burung sriti, sambar geledek, rawa.
- Seraci Batik Betawi, Tarumajaya, Kabupaten Bekasi: berdiri 8 Desember 2010, lebih dari 170 motif hingga 2021.
- SE Bupati Bekasi No. 800/3283-BKPPD (2020): ASN wajib berpakaian adat dengan batik Bekasi tiap Jumat.
Pertanyaan Umum Seputar Batik Bekasi
Sejak kapan Batik Bekasi ada?
Idenya muncul pada 2011 dari seminar mahasiswa di Universitas Gunadarma dan dikembangkan Komunitas Batik Bekasi. Peluncuran perdana 2013, lalu diresmikan Pemerintah Kota Bekasi pada 10 Maret 2014 bersamaan HUT ke-17 Kota Bekasi. Di Kabupaten Bekasi, sanggar Seraci Batik Betawi sudah membatik sejak Desember 2010.
Apa saja motif batik khas Bekasi?
Ada 12 motif pakem: bambu, buah kecapi, melati, teratai, ikan gabus, lele, sepat, betik, Gedung Juang Tambun, Kali Bekasi, monumen perjuangan/bambu runcing, serta tari topeng, legenda Rawa Tembaga, dan permainan tradisional. Pada 2023 ditambah motif induk baru seperti gigi balang, bunga teleng, burung sriti, dan sambar geledek.
Apa makna motif ikan lele dan buah kecapi?
Keduanya adalah ikon lama Kota Bekasi: lele melambangkan hasil rawa dan sungai yang dulu melimpah, sedangkan kecapi adalah buah yang dulu tumbuh di seluruh Bekasi. Pasangan lele dan kecapi bahkan pernah dijadikan maskot dan patung di kota ini.
Apa bedanya batik Bekasi dengan batik Betawi?
Batik Betawi Jakarta mengangkat ondel-ondel, Monas, dan penari cokek dengan warna cerah pengaruh Tionghoa. Batik Bekasi mengangkat ikan gabus, lele, kecapi, dan Gedung Juang Tambun dengan warna resmi hijau lumut, hijau daun, dan merah tanah. Seraci di Tarumajaya memadukan keduanya.
Apakah ASN dan siswa di Bekasi wajib memakai batik Bekasi?
Di Kota Bekasi, batik Bekasi masuk seragam sekolah sejak tahun ajaran 2014/2015 dan dipakai ASN pada hari-hari tertentu. Di Kabupaten Bekasi, Surat Edaran Bupati No. 800/3283-BKPPD tahun 2020 mewajibkan ASN memakai pakaian adat dengan batik Bekasi setiap Jumat.
Di mana bisa membeli batik Bekasi asli?
Di galeri/koperasi Kombas (Kota Bekasi), sanggar Seraci Batik Betawi di Tarumajaya (Kabupaten Bekasi), pameran Dekranasda, serta toko seragam dan marketplace. Untuk batik tulis atau cap buatan perajin lokal, sebaiknya datang langsung ke sanggar atau komunitasnya.
Sumber & Referensi
- Wikipedia bahasa Indonesia, "Batik Bekasi" (diakses 2026). id.wikipedia.org
- Jihan Fairuz Zahira, Sejarah Batik Bekasi: Pola dan Makna dalam Tradisi Membatik sebagai Warisan Budaya Jawa Barat Tahun 2011–2019, UIN Sunan Gunung Djati Bandung (2021). digilib.uinsgd.ac.id
- Liputan6, "Bekasi Mencipta 12 Macam Motif Batik" (2014). liputan6.com
- Republika, "Motif Batik Seragam Sekolah Bekasi Bermasalah" (2014). republika.co.id
- Pemerintah Kota Bekasi, "Corak dan Motif Induk Baru Batik Khas Kota Bekasi Resmi di-Launching" (2023). bekasikota.go.id
- Antara Megapolitan, "Bupati Instruksikan ASN Kenakan Baju Adat Khas Bekasi Tiap Jumat" (2020). megapolitan.antaranews.com
- M.R. Srihardi, D. Pratama, A.F. Muntazori, "Kajian Motif Batik Betawi Seraci Khas Bekasi", Jurnal Desain Vol. 9 No. 1, Universitas Indraprasta PGRI (2021). journal.lppmunindra.ac.id
- Seni Budaya Betawi, "Mengenal Seraci Batik Betawi" (2021). senibudayabetawi.com
- Bekasi Urban City, "Para Pengrajin Batik Khas Kota Bekasi Berinovasi Tingkatkan Kualitas dan Model" (2016). bekasiurbancity.co.id
- Wikipedia bahasa Indonesia, "Batik Betawi" (diakses 2026). id.wikipedia.org
Batik Bekasi membuktikan satu hal: identitas daerah tidak harus menunggu warisan ratusan tahun, bisa juga dibuat bareng-bareng oleh anak muda, perajin, dan pemerintah dalam satu dekade. Kalau kamu punya cerita soal perajin batik di kampungmu, foto seragam batik Bekasi angkatan pertama, atau versi lain sejarah motifnya, kirim ke redaksi Planet Bekasi atau tulis di kolom komentar. Cerita-cerita seperti ini kita kumpulkan di label Asal Usul.
Posting Komentar