Sejarah Universitas Bani Saleh: Kampus Komputer Bekasi 1986
Kalau ditanya kampus mana yang paling tua di Bekasi, kebanyakan orang bakal langsung jawab
![]() |
Singkatnya: cikal bakal Universitas Bani Saleh (UBS) dimulai dari Kursus Komputer Bani Saleh pada 1986, naik kelas jadi Politeknik Komputer Program D1 pada 1988, lalu resmi berbadan hukum sebagai Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Bani Saleh pada 18 September 1989. Sepuluh tahun kemudian akademi ini naik status jadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bani Saleh lewat SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58/D/0/1999. Barulah pada 19 Januari 2023, STMIK ini digabung dengan sekolah tinggi kesehatan dan keguruan satu yayasan, dan resmi jadi Universitas Bani Saleh lewat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 111/E/O/2023.
Jejaknya memang beda dari Unisma. Kalau Unisma lahir dari inisiatif Bupati Bekasi lewat yayasan berbasis kecamatan, Bani Saleh lahir dari yayasan keluarga yang tadinya fokus di bidang kesehatan, lalu merambah pendidikan komputer di tengah era ketika kata "komputer" masih terdengar asing di telinga warga Bekasi.
Dari Kursus Komputer 1986 ke Akademi Berbadan Hukum 1989
Pertengahan 1980-an adalah masa ketika komputer masih barang langka di Indonesia, apalagi di kota kecil seperti Bekasi yang saat itu belum genap satu dekade jadi kotamadya. Menurut catatan sejarah institusi yang dipublikasikan di Wikipedia Indonesia dan situs kampus, Yayasan Bani Saleh, yang didirikan dr. H. M. Subki Abdulkadir di Bekasi, mulai menyelenggarakan Kursus Komputer Bani Saleh pada 1986. Ini bukan kursus abal-abal: dua tahun berselang, pada 1988, programnya naik level jadi Politeknik Komputer Program D1, jenjang vokasi resmi meski masih pendek.
Puncaknya, pada 18 September 1989, lembaga ini resmi berbadan hukum sebagai Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Bani Saleh. Di era itu, membuka sekolah tinggi berbasis komputer di luar Jakarta adalah taruhan yang cukup berani; komputer pribadi masih mahal, dan pekerjaan yang membutuhkan keahlian itu belum banyak tersedia di Bekasi yang saat itu ekonominya masih bertumpu pada pertanian dan mulai bergeser ke industri manufaktur. Perjalanan Bekasi dari kota sawah menuju kota industri ini bisa kamu baca lebih lengkap di artikel soal sejarah Kota Bekasi 1950–1997 di label Asal Usul.
Konteksnya masuk akal kalau dilihat dari sisi zaman. Pertengahan sampai akhir 1980-an adalah masa ketika pemerintah Orde Baru mulai mendorong penggunaan komputer di kantor-kantor pemerintah dan perusahaan besar, sementara sekolah kejuruan komputer swasta bermunculan di kota-kota besar untuk mengisi kebutuhan tenaga operator dan programer. Bekasi, yang baru saja jadi kotamadya administratif pada 1982, sedang berada di persimpangan: masih banyak sawah di pinggirannya, tapi kawasan industri di sepanjang jalur Bekasi-Cikarang mulai tumbuh dan butuh tenaga kerja terampil, termasuk yang melek administrasi berbasis komputer. Kursus dan akademi komputer seperti Bani Saleh mengisi celah itu, jauh sebelum pemerintah daerah sendiri berpikir untuk mendirikan politeknik negeri di Bekasi.
STMIK Bani Saleh 1999: Status Naik, SK Menteri Turun
Sepuluh tahun setelah berdiri sebagai akademi, lembaga ini naik status jadi sekolah tinggi. Berdasarkan catatan yang beredar, AMIK Bani Saleh berubah status menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bani Saleh lewat Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 58/D/0/1999 tanggal 24 Maret 1999. Perubahan status dari akademi ke sekolah tinggi ini penting karena artinya lembaga sudah punya jenjang sarjana (S1), bukan cuma diploma, dan program studinya melebar ke Manajemen Informatika dan Teknik Informatika.
Kampusnya menetap di Jalan Mayor M. Hasibuan (dulu dikenal dengan nama Jalan Kartini) Nomor 68, Margahayu, Bekasi Timur, lokasi yang sampai sekarang masih jadi kampus utama Universitas Bani Saleh. Di sinilah dua generasi mahasiswa Bekasi belajar pemrograman dan manajemen informatika, jauh sebelum kata "coding bootcamp" jadi tren.
Satu Yayasan, Dua Dunia: Rumah Sakit dan Kampus Komputer
Yang bikin cerita Bani Saleh unik dibanding kampus lain di Bekasi adalah akarnya yang bercabang dua: kesehatan dan teknologi informasi. Yayasan Bani Saleh, selain menaungi lembaga pendidikan komputer, juga dikenal luas di Bekasi lewat Rumah Sakit Bani Saleh, salah satu rumah sakit swasta tertua di kota ini. Dari akar yang sama ini, belakangan berdiri pula Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bani Saleh dan sekolah tinggi keguruan satu yayasan, yang masing-masing mendapat izin operasional terpisah dari kementerian antara 2002 dan 2023.
Kombinasi kesehatan, keguruan, dan teknologi informasi dalam satu yayasan inilah yang belakangan jadi modal utama ketika ketiga sekolah tinggi itu digabung jadi satu universitas. Pola serupa, di mana satu yayasan keluarga di Bekasi merawat lembaga pendidikan lintas generasi, juga bisa kamu temukan pada kisah Pesantren Attaqwa yang dirintis KH Noer Alie, meski jalur dan bidangnya jauh berbeda.
2023: Tiga Sekolah Tinggi Melebur Jadi Universitas Bani Saleh
Babak paling baru dimulai pada 19 Januari 2023, tanggal yang tertera sebagai awal masa berlaku sertifikat akreditasi institusi Universitas Bani Saleh. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 111/E/O/2023 tentang izin penggabungan STMIK Bani Saleh dengan sekolah tinggi kesehatan dan sekolah tinggi keguruan satu yayasan, menjadi satu institusi baru bernama Universitas Bani Saleh. Dokumen SK ini bisa diakses publik lewat situs resmi kampus di ubs.ac.id, di bagian dokumen kelembagaan.
Tak lama setelah penggabungan, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) menerbitkan sertifikat akreditasi institusi dengan nomor 928/SK/BAN-PT/Ak-PNB/PT/XI/2023, diterbitkan 16 November 2023, dengan peringkat "Baik Sekali" dan masa berlaku sejak 19 Januari 2023 sampai 31 Maret 2026. Dua dokumen inilah, SK penggabungan dari kementerian dan sertifikat akreditasi dari BAN-PT, yang jadi bukti resmi paling kuat soal kapan persisnya Universitas Bani Saleh lahir sebagai entitas hukum baru.
Sekarang kampus ini berdiri dengan tiga fakultas: Fakultas Teknologi Informasi Digital (FTID) yang meneruskan tradisi STMIK-nya, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan Fakultas Kesehatan Farmasi (FKF) yang meneruskan tradisi STIKes-nya. Program studinya membentang dari jenjang diploma seperti Manajemen Informatika, Komputerisasi Akuntansi, Keperawatan, dan Teknik Komputer, sampai jenjang sarjana seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, PG-PAUD, PGSD, Ilmu Keperawatan, dan Profesi Ners. Kampusnya kini tersebar di beberapa gedung yang dikenal warga sekitar sebagai Kampus A1, A2, dan B, semuanya masih berpusat di kawasan Margahayu, Bekasi Timur.
Kenapa Cerita Ini Penting buat Sejarah Pendidikan Bekasi
Kalau kamu sudah baca artikel kami soal sejarah pendidikan Bekasi dari sekolah tertua sampai kampus, kamu tahu Unisma sering disebut kampus pertama di Bekasi karena jadi universitas resmi lebih dulu, pada 1987. Tapi kalau kita telusuri akar paling awal, jejak pendidikan tinggi berbasis keterampilan teknis di Bekasi justru sudah mulai tumbuh sejak 1986 lewat kursus komputer kecil ini, hanya empat tahun setelah Unisma mulai beroperasi sebagai akademi.
Ini penting karena menunjukkan pola yang berbeda dari cerita Unisma. Kalau Unisma lahir dari inisiatif pemerintah daerah untuk membangun sumber daya manusia kota baru, Bani Saleh lahir dari inisiatif keluarga dan yayasan swasta yang melihat peluang di bidang yang saat itu masih sangat niche: komputer. Dua jalur ini, pemerintah dan swasta keluarga, sama-sama jadi fondasi kenapa Bekasi hari ini punya belasan perguruan tinggi, dari kampus konvensional sampai kampus vokasi teknologi informasi.
Pola "yayasan keluarga merangkap layanan publik" ini juga bukan hal asing di Bekasi. Sama seperti Yayasan Attaqwa yang mengelola pendidikan dari TK sampai perguruan tinggi sekaligus jadi rujukan sosial-keagamaan warga Babelan, Yayasan Bani Saleh membangun dua pilar sekaligus, layanan kesehatan lewat rumah sakit dan layanan pendidikan lewat kampus, dalam satu payung. Ketika keduanya akhirnya bertemu dalam bentuk universitas modern pada 2023, itu sebetulnya penyatuan dua warisan yang sudah berjalan paralel selama lebih dari tiga dekade.
Fakta Singkat
- 1986: Yayasan Bani Saleh membuka Kursus Komputer Bani Saleh di Bekasi Timur.
- 1988: Program naik jadi Politeknik Komputer Program D1.
- 18 September 1989: Resmi berbadan hukum sebagai Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Bani Saleh, didirikan dr. H. M. Subki Abdulkadir.
- 24 Maret 1999: Naik status jadi STMIK Bani Saleh lewat SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 58/D/0/1999.
- 19 Januari 2023: STMIK, STIKes, dan sekolah tinggi keguruan satu yayasan digabung jadi Universitas Bani Saleh lewat Kepmendikbudristek No. 111/E/O/2023.
- 16 November 2023: BAN-PT menerbitkan akreditasi institusi "Baik Sekali" (SK No. 928/SK/BAN-PT/Ak-PNB/PT/XI/2023), berlaku sampai 31 Maret 2026.
- Kampus utama di Jalan Mayor M. Hasibuan No. 68, Margahayu, Bekasi Timur, dengan tiga fakultas: FTID, FIP, dan FKF.
Pertanyaan Umum Seputar Universitas Bani Saleh
Kapan Universitas Bani Saleh resmi berdiri?
Universitas Bani Saleh resmi berdiri sebagai universitas pada 19 Januari 2023, lewat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 111/E/O/2023 tentang penggabungan STMIK Bani Saleh dengan sekolah tinggi kesehatan dan keguruan satu yayasan. Namun akar lembaganya sudah ada sejak kursus komputer tahun 1986.
Apakah Universitas Bani Saleh kampus tertua di Bekasi?
Sebagai badan hukum bernama "universitas", Bani Saleh justru lebih muda dari Unisma (1987) dan President University (2004). Tapi kalau ditelusuri dari cikal bakalnya, kursus dan akademi komputer yang jadi asal-usul Bani Saleh mulai berjalan sejak 1986–1989, hampir bersamaan dengan masa awal Unisma berdiri sebagai akademi pada 1982–1984.
Siapa pendiri Universitas Bani Saleh?
Lembaga pendidikan ini berakar dari Yayasan Bani Saleh yang didirikan dr. H. M. Subki Abdulkadir di Bekasi. Yayasan yang sama juga dikenal lewat Rumah Sakit Bani Saleh, salah satu rumah sakit swasta tua di Kota Bekasi.
Apa saja fakultas yang ada di Universitas Bani Saleh sekarang?
Ada tiga fakultas: Fakultas Teknologi Informasi Digital (meneruskan tradisi STMIK), Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Kesehatan Farmasi (meneruskan tradisi STIKes), dengan program mulai dari diploma sampai sarjana dan profesi ners.
Di mana lokasi kampus Universitas Bani Saleh?
Kampus utamanya ada di Jalan Mayor M. Hasibuan No. 68, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, dengan beberapa gedung kampus yang dikenal warga sebagai Kampus A1, A2, dan B.
Sumber & Referensi
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Keputusan Menteri No. 111/E/O/2023 tentang Izin Penggabungan Perguruan Tinggi menjadi Universitas Bani Saleh (dokumen SK resmi, diakses via situs kampus). ubs.ac.id
- Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Sertifikat Akreditasi Institusi Universitas Bani Saleh No. 928/SK/BAN-PT/Ak-PNB/PT/XI/2023 (2023). ubs.ac.id
- Universitas Bani Saleh, situs resmi (profil, program studi, dan dokumen kelembagaan). ubs.ac.id
- Wikipedia Indonesia, "Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Bani Saleh". id.wikipedia.org
- KBEonline.id, "Kenalan dengan Universitas Bani Saleh, Kampus di Bekasi Timur dengan Jurusan Lengkap!" (2025). kbeonline.id
- Planet Bekasi, "Sejarah Pendidikan Bekasi: Sekolah Tertua 1917 sampai Kampus" (artikel Asal Usul terkait, untuk konteks Unisma dan sekolah tertua Bekasi). planetbekasi.id
Universitas Bani Saleh mungkin bukan nama kampus paling tenar di Bekasi, tapi jejaknya sampai kursus komputer 1986 bikin ceritanya layak diingat, apalagi buat kamu yang orang tua atau kakeknya dulu pernah belajar komputer di Margahayu sebelum kata "digital" jadi jargon di mana-mana. Kamu alumni AMIK atau STMIK Bani Saleh, atau tahu cerita kampus vokasi lain di Bekasi yang jarang dibahas? Ceritakan di kolom komentar, atau kirim ke redaksi Planet Bekasi biar bisa kita gali lebih dalam di label Asal Usul.

Posting Komentar